Terus menerus bekerja di tempat yang sama, membuat saya jadi seperti memakai kacamata kuda. Tak bisa melihat bahwa ada kemungkinan untuk mencari nafkah dengan cara-cara yang berbeda.
Saya tidak pernah mengeluh dengan beban pekerjaan, meskipun kadang tak menikmatinya. Saya bertahan dan terus berusaha menjalani hari-hari di kantor dengan sebaik-baiknya. Penilaian tahunan saya "Baik" atau Sangat Baik". Tak pernah "Cukup" apalagi "Kurang".
Setelah lebih dari 18 tahun bekerja di tempat yang sama, saya menjadi gelisah dan bosan. Saya terlalu banyak menghabiskan waktu di kantor. Kurang tidur, makan tak terjaga, tak pernah olah raga, stress yang tak terkelola. Pekerjaan itu tidak lagi membuat saya puas dan bahagia, tapi saya masih butuh uangnya.
Karena tak punya nyali untuk berhenti bekerja, akhirnya Tuhan yang memberi tanda. Suatu malam saya merasakan pusing tak tertahankan, tak bisa berdiri, saya berjalan dengan cara merangkak.
Saya dilarikan ke rumah sakit. Melalui pemeriksaan USG dan MRI, ketahuan pembuluh darah di kepala tersumbat di tiga tempat. Masih untung bukan di bagian otak yang mengontrol kesadaran, atau syaraf motorik, atau bagian fatal lainnya. Jadi alhamdulillah saya tidak mati atau cacat.
Tiga bulan saya tidak masuk kerja, sebelum akhirnya mengajukan pengunduran diri. Dua tahun kemudian saya terheran-heran sendiri, ternyata keluar dari pekerjaan lama tidak membuat dunia kiamat. Saya masih hidup dan baik-baik saja. Lebih sehat dan bahagia.
Sekarang saya punya kemewahan yang tak saya miliki sebelumnya, waktu berlimpah untuk menulis dan membaca, dua hal yang paling saya suka.
Twitter: @sabdaliar (J.P. SUNU)
Saya tidak pernah mengeluh dengan beban pekerjaan, meskipun kadang tak menikmatinya. Saya bertahan dan terus berusaha menjalani hari-hari di kantor dengan sebaik-baiknya. Penilaian tahunan saya "Baik" atau Sangat Baik". Tak pernah "Cukup" apalagi "Kurang".
Setelah lebih dari 18 tahun bekerja di tempat yang sama, saya menjadi gelisah dan bosan. Saya terlalu banyak menghabiskan waktu di kantor. Kurang tidur, makan tak terjaga, tak pernah olah raga, stress yang tak terkelola. Pekerjaan itu tidak lagi membuat saya puas dan bahagia, tapi saya masih butuh uangnya.
Karena tak punya nyali untuk berhenti bekerja, akhirnya Tuhan yang memberi tanda. Suatu malam saya merasakan pusing tak tertahankan, tak bisa berdiri, saya berjalan dengan cara merangkak.
Saya dilarikan ke rumah sakit. Melalui pemeriksaan USG dan MRI, ketahuan pembuluh darah di kepala tersumbat di tiga tempat. Masih untung bukan di bagian otak yang mengontrol kesadaran, atau syaraf motorik, atau bagian fatal lainnya. Jadi alhamdulillah saya tidak mati atau cacat.
Tiga bulan saya tidak masuk kerja, sebelum akhirnya mengajukan pengunduran diri. Dua tahun kemudian saya terheran-heran sendiri, ternyata keluar dari pekerjaan lama tidak membuat dunia kiamat. Saya masih hidup dan baik-baik saja. Lebih sehat dan bahagia.
Sekarang saya punya kemewahan yang tak saya miliki sebelumnya, waktu berlimpah untuk menulis dan membaca, dua hal yang paling saya suka.
Twitter: @sabdaliar (J.P. SUNU)
So proud of you Mas JPS 😊😊😊
BalasHapusThank You so much Aster... 😆
Hapus