BIBIR TERMANIS
Cerita Mini: J.P. SUNU
Semenjak masih SMA, Joni hanya menginginkan dua
hal saja untuk dimiliki. Pertama dompet tebal di kantongnya, yang kedua bibir
tipis seorang kekasih. Namun, yang didapatkannya justru kebalikannya: dompet yang
tipis, dan pacar berbibir tebal. Takdir, ternyata punya selera humor yang menjengkelkan.
Joni sungguh tak tahu diri, padahal pacarnya pintar dan
setia, meski sifat cemburunya agak mengerikan. Joni hanya pura-pura setia,
karena membutuhkan otak encer Yuko untuk membantu mengerjakan PR-nya, dan
membimbing otaknya sendiri yang berkualitas rendah agar bisa lulus sekolah.
Setelah lulus sekolah, Yuko tidak memilih
jurusan yang disukainya sendiri di perguruan tinggi, melainkan mengikuti
jurusan yang menurutnya termudah agar bisa satu kelas untuk menemani dan
menjaga Joni selama kuliah. Entah apa
yang dilihat oleh Yuko pada diri Joni, cintanya kepada Joni adalah sejenis cinta
yang sangat buta.
Yuko sesunguhnya gadis yang cantik, bibir
tebalnya justru seksi, tetapi Joni tak mampu melihat kelebihan ini. Joni masih saja terus terobsesi pada bibir
tipis seorang gadis, makin tipis makin cantik, apalagi kalau bisa setipis
kertas.
***
Ketika Joni yang tahu dirinya tak akan bisa
melamar pekerjaan di mana pun dengan nilai kuliah yang buruk, ia memutuskan
berwiraswasta dengan dibantu oleh Yuko, serta dimodali calon mertuanya. Sungguh
ajaib, meski sekolahnya payah, ternyata Joni cukup berhasil merintis usahanya.
Joni kemudian menikah dengan Yuko dan memiliki
dua anak. Seharusnya ini adalah akhir cerita yang indah. Namun, ternyata tidak.
Joni merasa ada yang kurang dalam hidupnya. Meski dompetnya sekarang tebal,
tetapi tanpa setahu Yuko, Joni masih memimpikan bibir tipis seorang gadis.
Meski bibir setipis kertas rasa-rasanya tidak
mungkin ada, akan tetapi mata Joni hampir meloncat keluar, ketika seorang gadis
masuk ke dalam ruang kerjanya, untuk wawancara kerja sebagai calon sekretaris
Joni.
Gadis cantik ini memiliki bibir yang luar biasa
tipisnya, hampir-hampir lebih tipis dari kertas. Joni terguncang. Bidadari impiannya itu
ternyata benar-benar ada, pasti Tuhan sendiri yang mengirimnya. Joni kemudian menjalin
hubungan terlarang dengan sekretarisnya yang bernama Tria.
Ketika pertama kali mencium bibir Tria, surga seolah
jatuh ke dalam pangkuannya. Nikmatnya dahsyat tiada tara. Sensasi yang tak
pernah ia rasakan ketika mencium bibir Yuko.
Joni mulai membanding-bandingkan antara bibir
Yuko dan bibir Tria. Ibarat makanan, bibir Yuko adalah rendang, meski enak
tetapi segera membuatnya kenyang. Bibir Tria beda, menciumnya seolah menikmati
es krim cone rasa vanilla, manis, menyenangkan, dan
membuatnya semakin kehausan. Lagipula, ini bukan es krim biasa, tetapi es krim dari
surga.
***
Yuko akhirnya mengetahui hubungan gelap
suaminya. Ia mengamuk sejadinya-jadinya, dengan menggenggam parang, Yuko
mengancam akan membunuh Tria. Joni yang ketakutan setengah mati, berlutut dan
memohon ampun kepada istrinya. Ia mengaku khilaf, dan berjanji akan memecat
Tria. Joni bersumpah ini akan menjadi dosa pertama dan terakhirnya, ia akan
setia kepada Yuko selamanya. Joni, bahkan memohon kepada Yuko, jika ada yang
harus dibunuh, Jonilah orangnya.
Tentu saja, Yuko tidak akan membunuh Joni,
cintanya kepada Joni masih cinta yang sama semenjak SMA, sejenis cinta yang
sangat buta. Ia memberikan kesempatan kedua kepada Joni.
Maka Joni berusaha melupakan Tria, meskipun nyatanya tak bisa. Tria memang sudah pergi jauh entah ke mana, akan tetapi
kenangannya selalu ada. Hidup terus berjalan, Joni tahu itu. Maka perlahan-lahan,
Joni mulai belajar untuk menyukuri apa yang ada.
Memang, mencium bibir Yuko serasa makan rendang,
meski enak tetapi segera bikin kenyang. Namun, bagaimanapun juga, ia telah
bersumpah untuk setia. Lagipula, rendang adalah makanan asli dari Indonesia.
Komentar
Posting Komentar