Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

TANDA DARI TUHAN

Terus menerus bekerja di tempat yang sama, membuat saya jadi seperti memakai kacamata kuda. Tak bisa melihat bahwa ada kemungkinan untuk mencari nafkah dengan cara-cara yang berbeda. Saya tidak pernah mengeluh dengan beban pekerjaan, meskipun kadang tak menikmatinya. Saya bertahan dan terus berusaha menjalani hari-hari di kantor dengan sebaik-baiknya. Penilaian tahunan saya "Baik" atau Sangat Baik". Tak pernah "Cukup" apalagi "Kurang". Setelah lebih dari 18 tahun bekerja di tempat yang sama, saya menjadi gelisah dan bosan. Saya terlalu banyak menghabiskan waktu di kantor. Kurang tidur, makan tak terjaga, tak pernah olah raga, stress yang tak terkelola. Pekerjaan itu tidak lagi membuat saya puas dan bahagia, tapi saya masih butuh uangnya. Karena tak punya nyali untuk berhenti bekerja, akhirnya Tuhan yang memberi tanda. Suatu malam saya merasakan pusing tak tertahankan, tak bisa berdiri, saya berjalan dengan cara merangkak. Saya dilarikan ke rum...

TENTANG SAYA

Sewaktu saya berumur 13 tahun, saya ingin menjadi Kho Ping Ho. Maka di sebuah buku tulis, saya mulai menulis cerita silat pertama saya. Cerita itu dimulai dengan adegan perkelahian antara seorang pendekar bersenjata toya melawan gerombolan penjahat bersenjata pedang. Pendekar itu memutar-mutar toya membentuk tameng yang tidak bisa ditembus musuh-musuh yang sedang mengeroyoknya. Para penjahat yang menyerang dengan ganas itu seperti terus menerus membentur dinding buntu. Mereka menjadi putus asa, begitu pula saya yang tidak mampu melanjutkan paragrap kedua. Pada usia 16 tahun, saya ingin menjadi Putu Wijaya. Maka ketika guru bahasa Indonesia kelas satu SMA memberi PR untuk membuat sebuah cerpen, saya membuat cerpen dengan cerita tentang persahabatan seekor tikus dan anak manusia. Cerita itu terlalu surealis dan absurd sehingga rupanya hanya dipahami oleh saya sendiri. Akibatnya saya diganjar dengan nilai "cukup". Saya sakit hati tentu saja. Guru Bahasa Indonesia itu--kau ...