Teman saya itu, orang yang bijak. Meski telah berpangkat tinggi, bergaji besar, tetap saja rendah hati. Penuh perhatian terhadap sesama teman.
Suatu hari beliau menelepon saya. Katanya mendengar kabar, bahwa kondisi kesehatan saya sedang kurang bagus. Setelah menyampaikan rasa simpati yang mengharukan, beliau mulai memberi tips rahasia hidup sehat.
Menurutnya, semua penyakit bersumber dari pikiran. Kalau kita berpikir bahwa kita sehat, maka sehatlah kita. Berpikir yang sebaliknya, akan membuat kita sakit.
Ini adalah konsep yang mengguncang pikiran saya. Pikiran yang menurut beliau sudah kuno dan memalukan. Saya mulai menyesal, mengapa selama ini berpikir dengan cara yang salah.
Beliau menambahkan, jangan selalu percaya nasehat dokter, yang melarang kita makan ini dan itu. Karena semua makanan sesungguhnya baik, asal kita berpikir baik. Dokter hanyalah manusia biasa, seperti kita-kita.
Semakin saya merenungkan nasehat-nasehatnya, semakin saya terpesona. Astaga, selama ini saya hidup di planet mana? Mengapa saya baru tahu rahasia dahsyat luar biasa ini?
Kira-kira 3 minggu kemudian, beliau menelepon saya lagi. Mengabarkan bahwa beliau baru saja opname di rumah sakit selama seminggu. Gara-gara melanggar pantangan makan yang disarankan dokter.
Lagi-lagi saya terguncang. Nah, ternyata sumber penyakit tak hanya berasal dari pikiran, tapi bisa dari perut juga?!
Sejak saat itu, jika menyangkut kesehatan dan keselamatan, saya bertekad akan berpikir dengan cara saya sendiri. Cara berpikir yang kuno dan memalukan itu.
Twitter: @sabdaliar (J.P. SUNU)
Suatu hari beliau menelepon saya. Katanya mendengar kabar, bahwa kondisi kesehatan saya sedang kurang bagus. Setelah menyampaikan rasa simpati yang mengharukan, beliau mulai memberi tips rahasia hidup sehat.
Menurutnya, semua penyakit bersumber dari pikiran. Kalau kita berpikir bahwa kita sehat, maka sehatlah kita. Berpikir yang sebaliknya, akan membuat kita sakit.
Ini adalah konsep yang mengguncang pikiran saya. Pikiran yang menurut beliau sudah kuno dan memalukan. Saya mulai menyesal, mengapa selama ini berpikir dengan cara yang salah.
Beliau menambahkan, jangan selalu percaya nasehat dokter, yang melarang kita makan ini dan itu. Karena semua makanan sesungguhnya baik, asal kita berpikir baik. Dokter hanyalah manusia biasa, seperti kita-kita.
Semakin saya merenungkan nasehat-nasehatnya, semakin saya terpesona. Astaga, selama ini saya hidup di planet mana? Mengapa saya baru tahu rahasia dahsyat luar biasa ini?
Kira-kira 3 minggu kemudian, beliau menelepon saya lagi. Mengabarkan bahwa beliau baru saja opname di rumah sakit selama seminggu. Gara-gara melanggar pantangan makan yang disarankan dokter.
Lagi-lagi saya terguncang. Nah, ternyata sumber penyakit tak hanya berasal dari pikiran, tapi bisa dari perut juga?!
Sejak saat itu, jika menyangkut kesehatan dan keselamatan, saya bertekad akan berpikir dengan cara saya sendiri. Cara berpikir yang kuno dan memalukan itu.
Twitter: @sabdaliar (J.P. SUNU)
Komentar
Posting Komentar