Langsung ke konten utama

PENYAKIT PIKIRAN

Teman saya itu, orang yang bijak. Meski telah berpangkat tinggi, bergaji besar, tetap saja rendah hati. Penuh perhatian terhadap sesama teman.

Suatu hari beliau menelepon saya. Katanya mendengar kabar, bahwa kondisi kesehatan saya sedang kurang bagus.  Setelah menyampaikan rasa simpati yang mengharukan, beliau mulai memberi tips rahasia hidup sehat.

Menurutnya, semua penyakit bersumber dari pikiran. Kalau kita berpikir bahwa kita sehat, maka sehatlah kita. Berpikir yang sebaliknya, akan membuat kita sakit.

Ini adalah konsep yang mengguncang pikiran saya. Pikiran yang menurut beliau sudah kuno dan memalukan. Saya mulai menyesal,  mengapa selama ini berpikir dengan cara yang salah.

Beliau menambahkan, jangan selalu percaya nasehat dokter,  yang melarang kita  makan ini dan itu. Karena semua makanan sesungguhnya baik, asal kita berpikir baik. Dokter hanyalah manusia biasa, seperti kita-kita.

Semakin saya merenungkan nasehat-nasehatnya, semakin saya terpesona. Astaga, selama ini saya hidup di planet mana? Mengapa saya baru tahu rahasia dahsyat luar biasa ini?

Kira-kira 3 minggu kemudian, beliau menelepon saya lagi. Mengabarkan bahwa beliau baru saja opname di rumah sakit selama seminggu. Gara-gara melanggar pantangan makan yang disarankan dokter.

Lagi-lagi saya terguncang. Nah, ternyata sumber penyakit tak hanya berasal dari pikiran, tapi bisa dari perut juga?!

Sejak saat itu, jika menyangkut kesehatan dan keselamatan, saya bertekad akan berpikir dengan cara saya sendiri. Cara berpikir yang kuno dan memalukan itu.

Twitter: @sabdaliar (J.P. SUNU)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CERITA MINI: BIBIR TERMANIS

BIBIR TERMANIS Cerita Mini: J.P. SUNU Semenjak masih SMA, Joni hanya menginginkan dua hal saja untuk dimiliki. Pertama dompet tebal di kantongnya, yang kedua bibir tipis seorang kekasih. Namun, yang didapatkannya justru kebalikannya: dompet yang tipis, dan pacar berbibir tebal. Takdir, ternyata punya selera humor yang menjengkelkan. Joni sungguh tak tahu diri, padahal pacarnya pintar dan setia, meski sifat cemburunya agak mengerikan. Joni hanya pura-pura setia, karena membutuhkan otak encer Yuko untuk membantu mengerjakan PR-nya, dan membimbing otaknya sendiri yang berkualitas rendah agar bisa lulus sekolah. Setelah lulus sekolah, Yuko tidak memilih jurusan yang disukainya sendiri di perguruan tinggi, melainkan mengikuti jurusan yang menurutnya termudah agar bisa satu kelas untuk menemani dan menjaga Joni selama kuliah.   Entah apa yang dilihat oleh Yuko pada diri Joni, cintanya kepada Joni adalah sejenis cinta yang sangat buta.     Yuko sesunguhnya gadis ...

Cerpen: DUA PESAN AYAH

DUA PESAN AYAH Cerpen: J.P. SUNU Talita sedang uring-uringan. Pada hari ulang tahunnya, ayahnya malah memberinya hadiah berupa sebuah novel, berjudul My Beloved Niqobi, karya salah satu penulis FLP (Forum Lingkar Pena) yang bernama Finaira Kara. Talita sangat kecewa, bukan hadiah novel yang Talita inginkan.              Talita menginginkan ponsel model terbaru, seperti yang dimiliki teman-temannya. Ponsel canggih, bukan ponsel jadul yang loading time -nya bikin frustrasi, dan telah lama kehabisan memory space seperti miliknya ini. Belum lagi tampilan layar kecilnya yang retak, sehingga membuatnya ditertawakan teman-teman.             Akhir-akhir ini Talita sering bertanya-tanya dalam hati, mengapa ayahnya pelit sekali. Talita tahu, ayahnya bukan orang miskin, meski juga bukan orang yang sangat kaya raya. Dengan pekerjaannya sebagai kontraktor bangunan, Ayahny...

ASAP DARI SURGA

Bukan cuma neraka yang berasap, surga juga. Demikian penjelasan dari Si Anu. Asap surga bisa membuatmu tertawa gembira. "Coba saja kalau tak percaya." Katanya, sambil menyodorkan sebatang rokok lintingan dan korek api. Si Anu ini kelas satu SMA, pindahan dari Jakarta. Dia kos di rumah kami, di daerah pelosok bernama kecamatan Jumapolo. Saya masih kelas satu SMP saat itu. Entah kenapa saya menolak tawarannya. Padahal saya sendiri suka mencuri-curi kesempatan mencoba merokok, kadang-kadang. Kenapa Si Anu pindah dari Jakarta ke pelosok kampung kami, adalah misteri. Pokoknya, ayahnya kebetulan naik bus bareng ayah saya, lalu kenalan, kemudian minta tolong supaya anaknya boleh kos di rumah kami. Katanya, pergaulan remaja di Jakarta kurang baik. Si Anu itu orangnya asik, baru saja pindah temannya langsung banyak. Di rumah kami,  sikapnya juga baik, sepertinya cukup kerasan. Yang membuat saya heran, dia suka sekali keramas dengan daun seledri, katanya bisa bikin rambut jad...