Langsung ke konten utama

TENTANG SAYA

Sewaktu saya berumur 13 tahun, saya ingin menjadi Kho Ping Ho. Maka di sebuah buku tulis, saya mulai menulis cerita silat pertama saya.

Cerita itu dimulai dengan adegan perkelahian antara seorang pendekar bersenjata toya melawan gerombolan penjahat bersenjata pedang. Pendekar itu memutar-mutar toya membentuk tameng yang tidak bisa ditembus musuh-musuh yang sedang mengeroyoknya.

Para penjahat yang menyerang dengan ganas itu seperti terus menerus membentur dinding buntu. Mereka menjadi putus asa, begitu pula saya yang tidak mampu melanjutkan paragrap kedua.

Pada usia 16 tahun, saya ingin menjadi Putu Wijaya. Maka ketika guru bahasa Indonesia kelas satu SMA memberi PR untuk membuat sebuah cerpen, saya membuat cerpen dengan cerita tentang persahabatan seekor tikus dan anak manusia. Cerita itu terlalu surealis dan absurd sehingga rupanya hanya dipahami oleh saya sendiri. Akibatnya saya diganjar dengan nilai "cukup". Saya sakit hati tentu saja. Guru Bahasa Indonesia itu--kau tahu--saya sangat membencinya.

Setelah gagal menjadi Kho Ping Ho dan Putu Wijaya, akhirnya saya memutuskan untuk menjadi Sidney Sheldon saja. Saya rasa itu keputusan yang paling bijaksana, meskipun sampai kuliah semester empat saya tidak berhasil menulis apa-apa.

Sewaktu SMA itu--tanpa melepaskan cita-cita saya untuk menjadi Sidney Sheldon--saya membuat gambar-gambar kartun yang saya kirimkan ke majalah Intisari lewat kantor pos. Beberapa kali kiriman saya itu selalu kembali dengan disertai ucapan terimakasih dan "maaf belum bisa memuat karya anda." Saya tidak pernah memaafkannya.

Akhirnya, saya mengirimkan gambar-gambar kartun itu ke redaktur majalah dinding SMA. Kartun-kartun itu tidak pernah dimuat di sana dan redakturnya selalu menghindar untuk bertemu saya

Sewaktu saya kuliah semester lima, akhirnya tulisan-tulisan saya tentang teknologi komputer dimuat di majalah kampus secara berkala. Bagi saya, itu adalah prestasi yang hebat, yang bisa terwujud setelah redaksinya saya sogok dengan beberapa batang coklat.

Saya berhenti menulis artikel tentang komputer setelah tersadar, tulisan semacam itu tidak akan bisa mewujudkan cita-cita saya menjadi Sidney Sheldon atau Putu Wijaya, apalagi Kho Ping Ho.


Twitter: @sabdaliar (J.P. SUNU)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CERITA MINI: BIBIR TERMANIS

BIBIR TERMANIS Cerita Mini: J.P. SUNU Semenjak masih SMA, Joni hanya menginginkan dua hal saja untuk dimiliki. Pertama dompet tebal di kantongnya, yang kedua bibir tipis seorang kekasih. Namun, yang didapatkannya justru kebalikannya: dompet yang tipis, dan pacar berbibir tebal. Takdir, ternyata punya selera humor yang menjengkelkan. Joni sungguh tak tahu diri, padahal pacarnya pintar dan setia, meski sifat cemburunya agak mengerikan. Joni hanya pura-pura setia, karena membutuhkan otak encer Yuko untuk membantu mengerjakan PR-nya, dan membimbing otaknya sendiri yang berkualitas rendah agar bisa lulus sekolah. Setelah lulus sekolah, Yuko tidak memilih jurusan yang disukainya sendiri di perguruan tinggi, melainkan mengikuti jurusan yang menurutnya termudah agar bisa satu kelas untuk menemani dan menjaga Joni selama kuliah.   Entah apa yang dilihat oleh Yuko pada diri Joni, cintanya kepada Joni adalah sejenis cinta yang sangat buta.     Yuko sesunguhnya gadis ...

ASAP DARI SURGA

Bukan cuma neraka yang berasap, surga juga. Demikian penjelasan dari Si Anu. Asap surga bisa membuatmu tertawa gembira. "Coba saja kalau tak percaya." Katanya, sambil menyodorkan sebatang rokok lintingan dan korek api. Si Anu ini kelas satu SMA, pindahan dari Jakarta. Dia kos di rumah kami, di daerah pelosok bernama kecamatan Jumapolo. Saya masih kelas satu SMP saat itu. Entah kenapa saya menolak tawarannya. Padahal saya sendiri suka mencuri-curi kesempatan mencoba merokok, kadang-kadang. Kenapa Si Anu pindah dari Jakarta ke pelosok kampung kami, adalah misteri. Pokoknya, ayahnya kebetulan naik bus bareng ayah saya, lalu kenalan, kemudian minta tolong supaya anaknya boleh kos di rumah kami. Katanya, pergaulan remaja di Jakarta kurang baik. Si Anu itu orangnya asik, baru saja pindah temannya langsung banyak. Di rumah kami,  sikapnya juga baik, sepertinya cukup kerasan. Yang membuat saya heran, dia suka sekali keramas dengan daun seledri, katanya bisa bikin rambut jad...

POLITIK KAMPUNG

Saya pernah tinggal di sebuah kampung, di komplek perumahan lama. Kebanyakan penghuninya adalah usia pensiunan, atau menjelang pensiun. Jadi saya termasuk warga muda. Ketika tiba waktu pergantian ketua RT, saya kaget karena nama saya masuk nominasi calon ketua RT. Dan lebih kaget lagi ketika hasil pemungutan suara saya menang mutlak. Saya merasa tidak kompeten, mereka jauh lebih senior dan terlihat lebih pantas menjadi ketua RT. Tapi mereka bilang "Tenang saja. Semua akan baik-baik saja." Ternyata semua tidak baik-baik saja. Suatu malam salah satu warga yang baru keluar dari penjara, menemui saya dengan mulut bau alkohol. Dia marah-marah, karena selama di penjara, pengurus RT tidak mengunjunginya, dan tidak memberinya sumbangan dari dana sosial RT. Dia merasa seharusnya diperlakukan sama dengan warga yang masuk rumah sakit. Ditengok dan disumbang ala kadarnya. Apalagi dia masuk penjara hanya karena menusuk orang, dalam rangka berebut menguasai lahan parkir. "It...